Portal OPD Pemerintahan Kota Depok
gradient
gradient

Jakarta Investment Festival 2024

DPMPTSP Kota Depok mengikuti kegiatan Jakata Investment Festival 2024 yang diadakan di Hotel St.Regis - Jakarta pada tanggal 06 September 2024.

·         Tujuan dari penyelenggaraan menarik investasi dan membangun jejaring kolaborasi untuk menindaklanjuti pergantian Jakarta dari Ibukota Negara menjadi Daerah Khusus Jakarta sebagai penyumbang hampir 20 % pusat ekonomi nasional;

·         Acara ini dibuka oleh Pj. Gubernur DKI Jakarta (Heru Budi Hartono), yang kemudian dilanjutkan paparan oleh Menteri Investasi (Rosan Roeslani), Asisten Ekonomi dan Keuangan (Sri Haryati), Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Bambang Brojonegoro).

·         Setelah itu dalam acara Thematic 2 : Investing in Jakarta’s Urban Redevelopment dimana DPMPTSP Kota Depok masuk kedalam undangan tematiknya dibahas juga mengenai gagasan Jakarta untuk menjembatani RDTR yang terlalu Global dan Ketataruangan Arsitektur Kota yang terlalu detail dengan Urban Planning Development yang menghubungkan keduanya dengan aplikasi yang telah dibuat bersama-sama antara DPMPTSP DKI Jakarta dan Jakarta Investment Center (JIC) sebagai salah satu unit pengelola DPMPTSP DKI Jakarta. Dalam pembahasan tematik ini yang bertuga menjadi Pembicara ialah : Kepala DPMPTSP DKI Jakarta (Benni Aguschandra), Kepala JIC (Tona Hutauruk), Senior Urban Development  Speciailist of World Bank (Luis Triveno), Managing Director of Colliers Indonesia (Mike Broomell), dan Head of Professional Services ESRI Indonesia (Sulistyo)

·         Dalam Jakarta Investment Festival, Provinsi DKI Jakarta menawarkan 35 Proyek Strategis dengan nilai sekitar RP 325 Triliun yang tersebar pada Proyek-Proyek miliki BUMD dan BLUD miliki DKI Jakarta seperti : PT MRT Jakarta, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ), PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Perumda Sarana Jaya, PT. Pembangunan Jaya Ancol, Perumda PalJaya, PT Jakarta Tourisindo (Jakarta Experience Board), PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Perumda PAM Jaya, dan Jakarta Asset Management Centre (JAMC). Selain iitu ada juga beberapa proyek yang dikolaborasikan dengan pihak swasta, seperti di bidang-bidang telekomunikasi, properti, tourism dan lainnya

·         Dalam kesempatan ini juga dibahas mengenai tindak lanjut DK Jakarta setelah tidak lagi menjadi Ibukota maka perlu kolaborasi pengembangan investasi dan Pembangunan dengan daerah sekitar penyangga Jakarta seperti Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang khususnya dalam pengembangan Bisnis Perdagangan dan Jasa serta Hunian Perkotaan.

Share: